BENGKULU UTARA, RD - Kabar baik bagi para pelajar berprestasi di Kabupaten Bengkulu Utara. Pemerintah Daerah (Pemda) memastikan akan kembali membuka program beasiswa pendidikan perguruan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu pada tahun 2027 mendatang.
Kepastian ini disampaikan menyusul suksesnya pelaksanaan program serupa di tahun 2026. Pada tahun 2027 nanti, Pemda kembali menyiapkan kuota bagi 25 penerima beasiswa baru.
"Rencana keberlanjutan program ini disiapkan setelah pelaksanaan beasiswa pada 2026. Tahun 2027 ini pemerintah daerah kembali membuka untuk 25 kuota," ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bengkulu Utara, Bari Oktari, S.STP, mewakili Bupati Bengkulu Utara.
Program beasiswa ini menyasar lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat yang memiliki prestasi akademik serta berasal dari keluarga kurang mampu. Khususnya mereka yang terdata dalam kelompok desil 1 hingga 5.
Bagi setiap penerima, peluang bantuan yang disiapkan sangat signifikan. Masing-masing mahasiswa berkesempatan memperoleh bantuan sebesar Rp4 juta per semester, dengan durasi maksimal hingga 10 semester.
Untuk mendukung kelancaran program, Bupati Bengkulu Utara telah menandatangani nota kesepakatan dengan lima perguruan tinggi mitra.
"Bapak Bupati Bengkulu Utara juga telah menandatangani nota kesepakatan dengan kelima perguruan tinggi tersebut untuk mendukung pelaksanaan program beasiswa," tambah Bari Oktari.
Adapun pada pelaksanaan tahun 2026 lalu, para penerima beasiswa tersebar di lima perguruan tinggi tersebut. Rinciannya, tujuh mahasiswa di Universitas Bengkulu, satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu, satu mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, satu mahasiswa Universitas Ratu Samban, serta sembilan mahasiswa Universitas Terbuka.
Ke depan, Pemda Bengkulu Utara berencana memperluas cakupan bantuan. Jika sebelumnya bantuan berfokus pada biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), kini pemerintah berencana memperluasnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan lain yang diperlukan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
"Ini merupakan program prioritas Pemkab Bengkulu Utara di kepemimpinan Bupati Arie dan Wabup Sumarno. Harapannya, agar tidak ada anak berprestasi tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi lantaran terkendala biaya," pungkas Bari Oktari.